Pedang itu penuh dengan darah silaturrahim.

Posted: June 23, 2010 in ABSARIA

Salam buat semua yang terkilan…hakikat nya diri ini juga terkilan,kononnya dapat terus bertahan,tapi ku kira,ku perlu mengakui,tak mudah untuk bertransformasi.Kata orang,kata ibarat pedang,tajamnya bisa menghunus lawan tak kurang pula yang tertikam kawan.Tatkala ku lihat semula pedang yang ku hunus,penuh dengan darah silaturrahim,ku mula memikirkan bahawa ini bukan cara yang terbaik menuntut sebuah transformasi.Niat ku murni,matlamat ku jelas…namun mungkin jalannya salah.Bukan mudah mengatur kata,apa lagi menghunuskannya,rupa rupanya,sakit anda,sakit ku jua.Tak tahan mendengar rengekan sakit si adik,aku pasrah,aku menyerah kalah…ku pohon maaf,walau mungkin ada yang tak akan bisa memandang diri ini lagi.

Hakikat kehidupan,belajar dari lumrah alam.Yang salah minta dimaafkan,yang benar,ku pohon dikekalkan.Walau diri ini umpama mengundur diri,namun hajat yang ku pinta mohon kalian semat di hati.Namun kali ini,ku pinta dengan nada merayu bukan lagi dengan hunusan kata nista dari mulut yang cabul berbicara.Ku harap agar hajatku dapat diterjemahkan dalam suatu bentuk hijrah.Tersirat dan tersurat,Ku sudah tak tahan melihat bumi Ilmu ini dinoda dengan pelbagai dosa.Ku tak pernah menuntut pada pembangunan fasiliti semata,yang ku pohon,Transformasi insani jua.

Kalam terakhir buat adik adik ku yang diamanah tuhan bagi menyambung delegasi perubahan dalam perjuangan,ku pohon sejuta kemaafan atas air mata yang berciciran.Ku tahu luka itu tak mungkin dapat ku rawat ,bara itu tak mungkin dapat ku padam,hanya dengan sekadar kata maaf,namun itu yang termampu buat diri ku yang lemah.

Namun bagi yang berhati batu,masih kekal berbangga dengan kata yang tidak dikota,aku bukan lawanmu.Nyata kalian cukup hebat.Cume nantikan karma alam,kerana dunia ini ada hukum dan rukunnya,buat insan seperti kalian,tunggu la masa yang mendatang.

P/s: Pintu hidup ku sentiasa terbuka untuk kalian,walaupun kalian rapat menguncinya dari ku.

Advertisements
Comments
  1. cik aiN says:

    tak dapat nak tutup hati. kuncinya dah hilang. jadi pintu hati selalu terbuka. best kan, andai semuanya memahami. namun, bukan semua begitu. betul, hanya jauhari mengenal manikam. menghunus, bukan mahu membunuh. menghunus kerana cintakan perjuangan. kita, memang sebenarnya… saling memerlukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s